Senin, 17 Januari 2011

Mana Tanganmu, Aku Rindu...



tahukah kau kenapa aku selalu mencari 'tempat-duduk-jendela' setiap kali bepergian? aku merasa nyaman melihat keluar saat kendaraan yang kutumpangi mulai berjalan, aku suka melihat semua hal yang kutinggalkan hingga detik terakhir aku beranjak... tapi, entah kenapa, aku selalu sedih... serasa selalu ada yang kutinggalkan setiap kali kereta berjalan, serasa ada yang akan kurindu setiap kali bus akan berlalu, padahal terkadang perjalanan hanya dua jam, dan sorenya aku sudah kembali... mungkin seumur hidup aku akan begitu, itu mungkin hanya perasaan meninggalkan, hanya mungkin kadarnya akan berbeda-beda...

perasaan meninggalkanmu itu memiliki kadar tertentu...

aku ingat rasanya saat pesawat akan tinggal landas, aku tahu kau masih disana, dibumi yang sama denganku berpijak saat pesawat yang kutumpangi masih berjalan diatas roda. aku tak tahu bagaimana mengatakan perasaanku saat itu padamu, pesawat semakin berlaju kencang diatas roda, dan tangisku meledak, kita seharusnya dekat, kita msih dekat, dan aku harus menaiki pesawat lalu terbang jauh, menjauh darimu... beraninya dia sayang, beraninya dia membawaku!

aku berharap, suatu saat nanti aku tak perlu lagi berjalan menjauhimu, kau tak tau rasanya sayang, harus menjauhimu padahal aku tidak mau, memilukan... aku harus mengumpulkan kekuatan ekstra nantinya jika harus melewati itu lagi... aku benci meninggalkanmu, temani aku, aku mau kau selalu disampingku, memegang tanganku, bukan justru meninggalkanmu, menjauhimu...

lalu aku tiba dimana kau tak ada saat aku ingin tidur, kau tak ada saat aku terbangun tengah malam, kau tak ada saat aku bangun pagi, kau tak ada saat aku minum teh, kau tak ada saat aku lapar, kau tak ada saat aku makan, kau tak ada saat aku tertawa, kau tak ada saat aku menangis, kau tak ada saat aku merindu...

kau jauh sayang...

aku mau tanganmu, tanganmu yang kugenggam, ada hangatmu disitu, ada peluh, ditelapak tangan kita benar-benar tak berjarak, aku suka, kita dekat...

aku tak sabar menemuimu lagi, walau harus menerima kenyataan aku akan meninggalkanmu lagi... tak apa, aku mau menggenggam tanganmu lagi, lalu kita tau, kita tak jauh...

mana tanganmu sayang, aku rindu...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar