untukmu yang merindu...
aku rindu duduk disamping kipas angin dikamarmu, mencium aroma lavender, dan kita bercerita, aku bahkan bisa membayangkan aromanya sekarang... kau pasti sedang mencium baunya...
apa kabar halaman belakangmu? masihkah ada langit merah berkunjung di sore hari, kuharap aku bisa melihatnya lagi bersamamu, ditemani pohon pisang, pagar bambu dan jemuran... lalu kita bercinta...
hari ini hari ke-37 sejak terakhir kali kita bertemu, bagaimana sekarang kabarmu, suaramu tak mewakili seluruh hidupmu, tulisanmu tak mewakili semua ekspresimu, aku merindukanmu yang utuh, merindukanmu yang tidak jauh, merindukanmu duduk dihadapanku, memelukku, menciumku, yang membuatku kembali tidur nyenyak saat ku terbangun di malam-hari-yang-aku-tak-tahu-jam-berapa-karena-kamar-gelap karena kau ada disampingku dan aku bisa memelukmu, hampir tanpa jarak... aku merindumu...
hari-hari ini sepertinya ada lelah hanya saja aku tidak sadar... kau benar, this life is getting harder, and you make it seems easier... aku ingin memelukmu saat ini, karena aku tahu saat aku memelukmu semua nantinya akan baik-baik saja...belakangan aku cengeng sayang (ah sepertinya aku selalu cengeng). jangan lama-lama jauhnya, aku tak sabar ingin pulang. ke rumah, tapi rasanya harinya semakin dekat, ngga sampe 3 digit kan jumlah harinya babe, lalu aku nanti sudah pulang lagi.
menunggulah bersamaku sayang, aku segera pulang...
aku mencintaimu, semampuku, semampumu, selalu...
jangan pernanh terlalu jauh...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar